Life..........

Life..........
me.. me.. me

Kamis, 25 April 2013

Sharing.....

Berkaca dari anugerah Tuhan yang luar biasa dari sebuah hubungan yang luar biasa dengannya, ada yang mau aku share disini, terutama untuk para ladies.....:
a. Dalam setiap pergumulan, saat ini banyak yang bergumul ttg pasangan hidup, pacar, aku belajar dari hubunganku kali ini. Pacaran itu ditujukan untuk orang dewasa (mentally). Penting bgt untuk dimengerti kalau dalam membina hubungan harus ada tujuan. Dengan tujuan, banyak manfaatnya loh apalagi untuk kita cewe-cewe..
Satu, kita sangat dimampukan untuk tetap berpacaran dengan norma kekudusan secara Kristen dan tidak terjatuh dalam 'dosa' yang saat ini banyak jadi pergumulan pasangan diluar sana karena 'terlanjur'. Tujuan memampukan kita lebih berpikir rasional, tahu betul LOVE IS NOT BLIND! cinta itu tidak buta, sama sekali tidak buta. Dalam pacaran kita benar-benar buka mata akan siapa calon pasangan hidup kita, adapun masalah kita akan sangat melihat bagaimana Tuhan terlibat disana.

Dua, kita sangat dimampukan untuk tidak gampang patah hati.Begini, kalau kita lihat banyak wanita sakit hati, intinya bukan dari karena mereka terlanjur menyerahkan hatinya sepenuhnya, tetapi karena ketidak terimaan mereka karena telah menyerahkan jiwa mereka sepenuhnya. Menyerahkan hal - hal yang tidak pernah serahkan sehingga sulit bagi mereka untuk bisa menerima kalau mereka ditinggalkan. Mindsetnya berubah ketika mereka mencoba untuk sok kuat dan mencoba berpikir kenapa dulu menyerahkan jiwanya, salah satu alasannya karena si pria yang dinilai sangat baik, jadi mereka rela. Pertanyaannya, klo dulu rela, knp sekarang mencak-mencak begitu ditinggalin? alhasil, karena penilaian pria tersebut sangat baik, muncullah pemikiran "apakah akan menemukan orang yang lebih baik lagi? Hey... where is HOPE??


Pernah ada teman yang mengalami ini, dan aku rasa inilah jawaban dan mindsetku yang ingin aku share...
Pernah kebayang ga dulu sebelum ketemu 'si pria baik' itu, kalian akan ketemu dia, engga kan? lalu kalian tetap bisa survive kan? knp sekarang harus memble??
Kenapa ga bisa merasionalkan, kalau dulu dengan unexpected bisa ketemu 'si pria baik', sekarang pun Tuhan akan bekerja dengan cara yang unexpected (1 Kor 2:9) akan mempertemukan dengan 'pria yang LEBIH baik'
Buat aku, kedua alasan ini yang terutama, karena penting untuk kita ladies,,, ya buat pria juga... untuk menjaga hati kita... (amsal :23) Seperti ayat di amsal, tugas kita loh untuk menjaga hati kita, bukan orang lain! Seperti pasangan, cape ga sih klo kita yang jaga hati pasangan supaya dia tetep 'adem'??


Dari hatimu terpancar kehidupan, karena dari hatimulah karakter aslimu, karena dari hatimu tempat KASIH sesungguhnya berada, dari karakter dan kasihmu, buah-buah kehidupan terpancar dan hidup kita berguna bagi dunia, sehingga dunia memuliakan nama Tuhan dan semua hal itu menyenangkan hati Tuhan.

b. Aku mau share ttg betapa mukjizat itu masih ada. Doa masih didengar. Asal kita mau peka dan tidak banyak mengeluh dan menuntut.
Pernah terbayang, orang tuaku ga merokok, dannn pria yang mau dikenalin ngerokok, langsung ga berharap banyak donk kan yaa...

Tapi tau ga, Doa masih didengar... "aku nanti mau kenalan, biarkan semuanya berjalan baik dan perkenanan Tuhan ada disana" dan di moment itu dan di moment lain kami pendekatan dan jadian, dia mencoba untuk tidak berhenti merokok,,, aku ga pernah minta loh.. :D akhirnya puji Tuhan dan mudah-mudah terus berlanjut, dia tidak merokok lagi.

Date pertamaku ke gereja, kita tadinya mau nonton, ntah knp aku blg kita gereja dulu baru nonton, ternyata setelah gereja dan makan hari sudah sore dan malah ga jadi nonton... Tapi isunya, aku pernah berdoa ttg sign akan date pertama adalah ke gereja :)

Setelah jadian di hari sabtu dini hari, pertemuan pertama kami, hmmm.. ke gereja....

Rumah dan kantor yang tidak searah membuat kami ketemuan hanya weekend. Tapi bersyukurnya, kami ketemuan jadi lebih banyak saat mau ke gereja bareng... :)


Tapi semua kan hanya hal-hal kecil, tha?? buat orang lain mungkin iya, buat aku, ini salah satu kesaksian Doa masih didengar Tuhan... Tuhan masih mau mendengar doa kita.. Jangan Lelah untuk BERDOA!!


banyak hal yang terjadi dari selama kami kenalan, pendekatan, sampai sekarang, dan mudah-mudah terus sampai selanjutnya, mudah-mudahan hubungan kami menginspirasi dan berbuah manis bagi sesama.

c. Hubungan yang membawa dampak baik. Dari awal kami memulai hubungan, kami memulai dengan kata-kata "kita pacaran serius" "mudah-mudahan hubungan ini membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik". Kami mulai dengan sekolah lagi yang serius. hehe. Keseriusan kami, kami lakukan dengan kenalan dengan keluarga, hmmm... kami serius untuk mendekatkan pasangan ke keluarga, sehingga kami serius banget dengan peran kami sebagi 'jembatan' ke keluarga masing-masing.Pribadi lebih baik kami mulai dengan menata masa depan dengan lebih baik, dan karakter forgiver yang terus kami asah.

d. Melibatkan Tuhan dalam apapun. Percaya deh, saat tangan Tuhan yang bekerja, semua masalah selesai sangat baik. Kami sebenarnya lebih banyak diam dan belajar percaya penuh. Kami terus tenang, dan karena karya Tuhan terlihat dalam hubungan ini, dalam hal apapun kami tenang bgt... Love You, Lord...........

e. Kami meletakkan banyak hal atas nama Tuhan, Yesus Kristus. Puji Tuhan segala hal dipermudah, kami melalui hari dengan beban yang ringan. Kami terus menjaga hubungan ini dengan rasa percaya, komunikasi, dan terus saling menghargai. Kami menempatkan dari awal posisi kami masing-masing. Dia sebagai pria yang mesti jemput wanitanya sebagai salah satu bentuk tanggungjawab kecilnya saat ini. Aku yang sebagai wanita berjalan sebagai penolong. Dan benar loh, dasar -dasar 'tugas' ini kan sudah ada di Alkitab, saat diterapkan hidup jadi lebih mudah... hehe.

f. Penting untuk diingat, kita sebagai cewe jangan terlalu banyak nuntut. Seringkali wanita mau diperlakukan seperti "princess" dan mesti diperlakukan seperti "princess". hmm... kalau kata temen, kalau mau jadi princess kawin aja sama pangeran Harry... tapi liat dulu, dia mau ga jadiin kita istri hahahaha...
    Aku sepakat sekali, bahwa manusia punya sisi lemah, dan saat pacaran, saat beradaptasi menyatukan 2 latar belakang yang berbeda, lebih baik keduanya tidak menuntut diperlakukan lebih spesial. Kita sebagai wanita pun punya banyak kelemahan loh. Kalau udah perfect bgt, kenapa masih mau dengan laki-laki yang jadi pasangan yang malah sering kita komplen? Begitu pun laki-laki, kalau mereka udah oke bgt, mereka juga bisa nyari yang lebih oke. Inti disini adalah
cinta kasih itu anugerah. Jadi peliharalah anugerah yang Tuhan percayakan itu dengan baik
Dalam setiap hubungan berupayalah untuk hidup damai dan tidak menang sendiri.

Tuhan memberkati,

AVP

Ceritaku dan dirinyaaa

Lanjutan....

eyh, RIP Mr. Uje... Pray for his family, semoga tabah dan tetap yakin Allah terus hadir dalam suka dan duka....

oke, kita lanjutkan cerita kemarin ya...
setelah percakapan melalui bbm itu, teman pun follow up ke prianya (*katanya), sesekali dapat kabar, kalau si pria excited.. hahaha.. Geer!! tapi ya tapi... karena aku biasa aja, ya maksudnya kadang temen ini tau juga kalau aku belum 'fokus' mau kenalan.. (ya iyalah yaa,, namanya juga mau kenalan, mesti yang banyak donk yaa) jadinya dia bilang juga, kalau sbnrnya selain ke aku, si pria ini juga mau dikenalin ke orang lain. aku lihat wanitanya, dan kata temen sbnrnya dilihat dari mantan-mantannya tipe pria ini condong ke cewe itu, dibanding ke aku... -___-"
bete?? kecewa?? bukan sih, tapi lebih kearah, kenapa aku mesti tau diawal kalau aku bukan tipenya? knp udah tau bukan tipenya, masih mau dikenalin juga?

kembali lagi kata temen, si cewe itu tapi belum mau serius, kata merasa dirinya 'kembang' di perusahaannya, jadi dia masih mau 'menikmati' dulu. dan aku makin kesel?? iyaalaahh... ini kaya dibanding-bandingin ga sih?

sampai tibalah ketemuan sm temen di McD setiabudi kuningan saat itu, temen bilang serius mau ngenalin dan melihat kecocokan di sisi salah satu hal prinsip, hmmm... waktu tau hal itu, sebenarnya ada terbesit di hati "well, ini cowo keren, gw mau kenalan".. trus temen kasih lihat fotonya, shock!! mboww ya dia pake anting, menurut lo? "ini anak pake anting? gelooo... klo yang kaya gini orangnya mah ga nyari tipe yang kaya gw lah, ini mah tipe anak gaul yang suka cewe minim dan gaul.. ga gw bgt" "kenalan aja dulu" "lo tetep sediain stok yang lain ya, kenalan lagi sama yang lain" hahaha

Sampailah janjian hari Minggu, 8 Juli 2012 jam 7 malam di Margo City....



Jam 15.30 aku gereja dulu, di gereja pun berdoa "Tuhan, tolong pertemukan aku dengan pasangan hidup" "aku nanti mau kenalan, biarkan semuanya berjalan baik dan perkenanan Tuhan ada disana" "aku tahu aku mesti mulai bergaul".. Tidak kepikir hal - hal yang muluk-muluk..

Jam 17.30an selesai gereja, karena lumayan jauh, aku sampai jam 6an, dan temanku sudah sampai di Margo... keliling-keliling centro dan cape trus malah nunggu di Berlys cafe..

Jam 18.45an ngobrol sebentar dan datanglah manusiaaanyaa.... lucunyaa aku pas liat langsung tau dia orang yang di foto yang waktu itu ditunjukkan teman. hmmm....

Jam 19an... Ngobrol sama temen-temenku... sama dia masih jaimmmmm....

Jam 20.00kurang... pergi makan di pecel Lele Lela...

Jam 21.00an pulang... dan diantar dengan mobil dia.. nunjukkin ke co yang masih baru kenal, dimana aku tinggal...

Jam 22.00 telp-telpan sama temen.. dan kata temen, dia berterimakasih dan senang dikenalkan dengan aku dan minta no telp. oouucchhh....

Kembalii...



Akhirnya menulis kembali di blog ini....
Setelah masa-masa kelam dulu saat pertama kali menulis...
Sekarang mau menulis, bisa dikatakan ini kesaksian hidup...

Para wanita pasti pernah merasa patah hati, patah hati yang sungguh patah hati...
Saat segala hal dilewati bersama, dikuatkan bersama... Bahkan saat telah mencoba menentukan pilihan tapi mengerti tidak ada "jalan" disana. Saat setiap harinya dulu dilewati bersama. 

Hancur!!
ya, mungkin itu yang tepat dikatakan menggambarkan perasaan saat itu. 
Tapi entah kenapa hati ini, selalu berdoa "tolong artha, Tuhan" 
Perbedaan keyakinan hampir sempat membuat diri ini hendak mempelajari keyakinan lain. 
Tetapi balik lagi, selalu dalam doa meminta "Tuhan, ada hal ini, ada hal itu, aku tidak mengerti, mungkin dunia ini pun tidak mengerti, maukah Kau mengajariku langsung, beri aku khimat, dekatkan aku kepada orang yang bisa membuatku mengerti agamaku sendiri, ajaranMU, sehingga pada saat aku mempelajari hal lain, aku tidak salah menilai agamaku"
Daannnnn kenalan dengan beberapa Pendeta Radikal pun terjadi, serial kothbah yang menguatkan pun didapat, buku-buku yang serius membahas tentang hal - hal yang "perlu" pun didapat... Ntah dari mana jalannya. Tapi dalam hati tahu, Tuhan tidak akan pernah terlambat.......

Dalam waktu 1,5 bulan hidup ini hanya berisi serial khotbah, lagu gereja, dukungan doa dari pendeta, 7 kali doa Bapa Kami dan 7 kali baca mazmur setiap harinya!!! Tiba - tiba ketemu temen lama yang suka dengar Firman Tuhan daannn suka gereja min 2 kali pada hari minggu.... WOW!!! nangis?? teteppppp... tiap malam, siang, dan keadaan - keadaan yang ga diduga...




Dimulailah tahun yang baru, 2012!! yeayyy... tahun pemulihan!! pelan tapi pasti....
dari nangis tiap hari, jadi seminggu sekali, jadi 2 minggu sekali,,jadi ga pernah nangis lagi setalah 6 bulan...

Perhatian dari pria yang biasanya didapat? ya! Tuhan baik! Tidak pernah Dia mau lihat kita sedih,, bener kan?? sejak putus itu, sampai kejadian nangis menjadi 2 minggu sekali, bisa dibilang Tuhan melimpahi perhatian dari pria... tapi apa itu cukup?? yang namanya patah hati yaaa.. pengennya diperhatiin sama yang "dulu" hahaha.. Dan Tuhan menjawab doa, yaa... dia kembali... apa aku puas? justru dia kembali, malah membuat hati jadi makin tahu hubungan ini ga berujung, dan disaat makin terpikir ingin berhubungan serius...

hmmm... pergumulan lagiii....



perlahan tapi pasti, mulai menjauh dari dia, dan menjauh dan menjauh.. dekat dengan orang lain yang mungkin bisa dikatakan lebih akan punya masa depan bersama...

sampai akhir tahun 2012, kembali berserah dan bilang "Tuhan, artha mau serius membina hubungan.. bolehkah dipertemukan dengan pasangan hidupku. Tapi maunya Tuhan betul - betul yang tuntun... "
dalam keseharian masih sering berdoa yang sama...dengan tambahan tentunya...

"Tuhan, kalau ketemu orangnya boleh ya dikasih tanda yang jelass bgt"
"Tuhan, mau pria yang putih dan lebih tinggi dari artha... :)"
"Tuhan, tolong berikan pria yang lembut, artha sebenarnya takut sama pria batak, tapi sepertinya harus batak..."
"Tuhan, kalau boleh kalau ketemu pertamanya, settinggannya artha abis gereja trus kenalan ya"
"Tuhan, nanti juga maunya date pertama ke gereja ya"
"Tuhan, trus banyakan date di gereja ya"
"Tuhan.... opungku itu baikkk bgt, dia pria yang sangat bertanggung jawab, aku melihat bagaimana dia begitu mengasihi opung boru, bolehkah Tuhan aku meminta pria seperti itu, aku percaya, Tuhan ga ciptakan manusia seperti opung hanya 1, pasti masih ada untukku, adik-adikku dan keluargaku kelak"
"Tuhan, berikan aku pria yang setia dan bisa seimbang dan sepadan untukku"
"Tuhan, berikan aku pria yang kami bertumbuh bersama, hubungan kami berdampak bagi sekitar kami, keluarga kami sangat menyayangi kami dan begitu juga kami ke keluarga kami"
....
....
....

wishlist si wanita ini....

semua didoakan sambil berjalan waktu, dekat dengan a, dan ga punya feeling, paling parahnya terasa sekali ga cocok..... ntahlah... tapi bersyukurrr selalu rasanya, karena fokusnya udah ga main-main, ga main hati, jadinya menjalaninya ga rempong... Dan Tuhan selaluuuu baik... bener-bener yakin banget Tuhan akan buka jalan, saat itu kepikiran bagaimana berada di hatiNya dan menunggu pria yang sedang mencari hatiNya dan menemukanku disana.



terdengar silly mungkin... tapi tahu ga? kalau kita ke pesta, kita mencari yang punya rumah dulu kan baru akan dikenalkan dengan tamu-tamu lainnya. Dan itu membuat kita terhormat. Sabar dan ikhlas itu penting!!

kenalan demi kenalan dijalani...




Satu titik, temen bilang "tha, co gw mau ngenalin lo sm temennya"
aku :"siapa?"
tmn :"lo mau ga? orangnya baik, dari tmn-tmnnya yang ini yang udah mikir masa depan. Tapi dia ngerokok tha"
aku..................................................................................



                                                                                                           (berlanjut ya, mau pulang dulu.....)

Selasa, 08 November 2011

the giving heart

vin Berbicara mengenai "giving",,, mungkin boring banget!!
Kita tahu saat kita memberi 1 dikasih 9, memberi 1 dikembalikan 100 kali lipat....
Seringkali, kita terjebak dalam perspektif memberi untuk mendapat sesuatu, karena janji yang pernah terucap sebelumnya. Lebih ekstrim, kita memberi untuk membenarkan kesalahan yang telah dilakukan. Singkatnya, cuci dosa. (Jadi berpikir beda kita sama money laundering... huft)
Dunia ini mengenal istilah take and give. Suatu hari saya menantang masalah ini dengan teman sekerja saya, bahwa konsep hidup (terutama seorang Kristiani) seharusnya bukanlah take and give. Ada 2 kepentingan dalam 2 istilah ini. Take berbicara mengenai mengambil (menerima), disini berbicara mengenai kepentingan pihak diri sendiri. Tetapi Give berbicara mengenai memberi, disini ada kepentingan orang lain yang kita bawa.

Saat ini manusia, seringkali hanya memikirkan diri sendiri, kompetisi dalam pekerjaan, sekolah, pacaran, semua dilakukan dan diwajarkan dengan pembenaran untuk bertahan hidup. Tapi tahukah kitab James 4 : 1 sudah mengklaim “What causes fights and quarrels among you? Don’t they come from your desires that battle within you?” (NIV). Hasrat diri sendiri. Kita terbiasa dari kecil untuk menerima. Memikirkan diri sendiri. 
Seorang anak kecil diajarkan untuk menerima, seorang anak kecil dianggap lucu saat dia “mengenggam” kuat (alias pelit) akan apa yang mereka miliki. Saat ayah seorang balita meminta sesuap makanan anaknya, dan anaknya bilang “Tidak, ini milik saya”, sang ibu bahkan sang ayah sendiri hanya tertawa bahkan bangga. Tetapi apakah, tawa yang sama dan rasa bangga yang sama ada saat anak itu melakukan hal yang sama saat dia dewasa? Bolehkah orang tua marah saat anak itu mengulangi hal tersebut saat ia dewasa, padahal mereka yang menanamkan bibit itu saat anaknya kecil? 
Dengan kapasitas tersebut, kemudian anak ini memutuskan untuk menikah dengan sifat kekanak-kanakannya, bukankah ini jadi nightmare untuk sang istrinya kelak? =p
Dalam perspektif memberi, dunia menjadi lebih besar. Kenapa? Kita tahu dimana harta mu disitulah hatimu. Bergerak dari kata-kata ini, kita melihat dengan kita memberi harta kita, kita menaruh hati kita di dunia hidup orang lain. Sehingga dunia kita tidak hanya sebesar yang ada pada kita, tetapi pada orang lain yang kita santuni. Masalahnya memberi saat ini sangat identik dengan uang. Apakah harta kita hanya dilihat dari seberapa besar aset dalam laporan keuangan rumah tangga kita?
Setuju dengan saya, bahwa dalam contoh mengenai perpuluhan tanpa adanya suatu sanksi tertentu saat kita tidak melakukan pun hanya mau mengajarkan agar kita memliki hati yang penuh kemurahan. Sebuah hati yang senang memberi. A giving heart. Yang dititikberatkan oleh Tuhan seringkali adalah masalah sikap hati. A giving heart atau a getting heart?
A giving heart bertolak dari sebuah kapasitas hati yang diproses secara terus menerus. Keluar dari “comfort zone” terbiasa menerima. Dan mencoba dari hal kecil untuk memiliki hati yang senang memberi. A giving heart tidak perlu dengan uang, uang dan uang. A giving heart dapat dimulai di tiap hari dengan memberi pujian kepada Tuhan, orang lain. Memulai memuji perbuatan baik orang lain. A giving heart dimulai dapat dimulai juga dengan memberi doa kepada orang lain. Memulai mendoakan pelayan Tuhan digereja, tidak melulu meminta doa. A giving heart dapat dimulai dengan mengubah konsep hati yang penuh pengampunan. Mengubah perspektif hati untuk tidak mendendam. Tuhan Yesus menganjurkan kita untuk mengampuni, bahkan dalam Doa Bapa Kami yang Dia ajarkan ada kata-kata itu, karena dengan mengampuni kita keluar dari penjara dendam (benih iblis). Mendendam itu seperti minum racun dan berharap orang lain yang mati.

Ubah hati menjadi a giving heart. Dunia akan menjadi lebih luas dengan ketulusan hati yang senang memberi.

Tuhan memberkati.
Avp







Selasa, 27 September 2011

Run till I finish

by: Artha Vina Pratiwi

Masih jelas teringat di benak saya ketika saya harus merelakan nenek (opung boru) yang paling saya kasihi kembali ke sisiNya. Wajahnya, senyumnya, tangisnya, omelan khas bataknya dan semua hal yang tak akan pernah hilang dari ingatan saya. Ya, dia itu nenek saya, ibu dari ayah saya. Beliau wanita yang sangat cantik, pintar dan amat kuat. Dibalik ketangguhannya sebagai seorang wanita, dia hanya wanita lemah, penuh cinta dan istri yang sangat merindukan suaminya.

Saya bukan cucu perempuan pertama dan saya tidak cukup dekat dengan opung boru saya ini. Yang saya ingat saat saya kecil, opung saya ini galak dan tegas sekali. Dan hal ini yang membuat saya tidak mau dekat dengannya. Tetapi suatu hari, dimasa tuanya, orang tua saya mau mengajarkan anak-anaknya untuk mau lebih mengenal dan dekat dengan opung saya ini, sehingga opung saya ini seringkali tinggal dirumah kami saat itu. Dan disitulah saya mulai “mengenal” dia lebih dalam.

Dan dari situ, saya mengetahui betapa kesepian hatinya selama ini setelah kakek (opung doli) saya meninggal. Seringkali saat saya memberinya susu agar ia tidur atau saat saya hendak memandikannya, saya melihatnya memandang keluar jendela dan sambil menangis dia katakan, “ahh inang (panggilan untuk anak perempuan batak),andai opung domdom (nama kakek saya) masih ada, mungkin ga begini aku, ga sendiri aku...” atau tak jarang juga dia katakan dalam tangisnya, “Bapa (panggilan kakek saya juga), alap ma au..” artinya Bapa, bawalah aku...

Saya mengerti yang dirasakannya. Kerinduan hatinya. Cinta mereka. Perjuangan mereka. Bagaimana mereka membangun semua dari titik nol, jatuh bangun. Terkadang saya merasa bersalah karena tidak bisa mencukupi rasa kasih sayang dan perhatian yang ia butuhkan. Walau tak jarang juga ia tertawa saat kami berbicara, saat dia menasihati saya, saat dia main air waktu saya mandikan, saat kami berbincang ringan waktu saya menyuapinya atau setelah dia memarahi orang yang melirik saya saat kami saya bawa dia dengan kursi rodanya berkeliling rumah. Saya sungguh mengasihinya.

Dari kedua opung saya ini, saya banyak belajar untuk menjadi pribadi yang kuat. Pribadi yang mampu berlari sampai garis akhir yang sudah ditetapkan untuk saya. Pribadi yang mau berjuang walau sekeras apapun badai hidup yang saya akan hadapi. Pribadi yang hemat dan mampu mengelola keuangan karena hidup bukan hanya hari ini. Opung doli saya pernah berkata “unang ho mangutangi dirim” artinya “jangan kau mengutangi diri”. Benar, bukan hanya masalah hutang materi tapi janji lain yang terkadang dikatakan hanya untuk menunjukkan ego diri. Pribadi yang mampu menjaga harga diri dan martabat keluarga tanpa bisa diukur orang lain. Disini saya sungguh diajari betapa harga diri keluarga bukan hanya dari seberapa mampu kita menimbun kekayaan materi tetapi lebih dari itu saat semua anak-anak maju. Ya, semua bukan hanya salah satu atau salah dua.

Dan dikeluarga ini saya belajar untuk mengenal apa itu arti RUN TIL FINISH. Bahwa setiap manusia memiliki kelemahan yang terkadang sulit dikendalikan dirinya sendiri. Bagaimana saat dikecewakan keluarga ini lebih memilih untuk melupakan dan tidak “mengganggu” orang yang mengecewakan hati mereka. Bagaimana saat hati mereka pernah dikecewakan mereka lebih memilih untuk ikhlas dan percaya Tuhan yang akan memulihkan hati yang luka tanpa dendam. Bagaimana mereka terus 'maju' dengan hati yang lapang. Bagaimana opung saya tetap memeluk anak-anaknya dan cucu-cucunya walau kenyataan pahit yang harus mereka telan didalam satu masa transisi hidup anak-anaknya dan cucu-cucunya. Bagaimana opung saya sangat memikirkan kami dengan mempersiapkan segala sesuatunya bukan hanya saat mereka ada di dunia bahkan untuk momen saat mereka tidak ada. Mereka, opung saya yang tetap memilih untuk tetap berdiri teguh membela dan merangkul kami sampai pada akhirnya.